• Agustus 16, 2021
Alumni SMKN 1 Cimahi Berhasil Membuat Alat Penghasil Oksigen

Alumni SMKN 1 Cimahi Berhasil Membuat Alat Penghasil Oksigen

Defisiensi oksigen di tengah maraknya kasus COVID-19 menjadi perhatian banyak pihak. Hendra Setiawan, salah satu warga dan alumni SMKN 1 Cimahi, mengungkapkan keprihatinannya atas masalah ini. Akibat lonjakan pasien ini, ketersediaan oksigen di rumah sakit juga kurang. Dalam keadaan ini, berbagai pemangku kepentingan berusaha untuk mengatasi situasi kekurangan oksigen. Dalam bentuk pembiayaan atau inovasi untuk mengatasi kekurangan oksigen yang muncul. Hendra terkenal menggunakan keahliannya sebagai AC untuk membuat generator oksigen atau produsen oksigen. Beliau juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Sinverho Energi Indonesia.

Peralatan Hendra meyakini sangat berguna bagi warga sekitar yang mengalami kekurangan oksigen. Alat yang diciptakan itu dapat menghasilkan oksigen dengan kadar oksigen 25% dan dapat digunakan sebagai pertolongan pertama medis. “Berdasarkan keprihatinan itu kenapa tidak dikembangkan (oxygen generator) karena saya punya teknologinya,” kata Hendra.

Ia menjelaskan alat-alat yang ia butuhkan: tabung plastik, cangkang elektron berupa plat stainless steel, selang, dan terminal listrik stainless steel murni anti korosi. Hendra juga berharap alat yang dimilikinya bisa menjadi simbol kepeduliannya terhadap keadaannya saat ini. “Alat ini hadir untuk bertahan sebagai bystander di tengah kesibukan kita. Semoga alat ini dapat membantu,” jelasnya.

Sang Alumni Hendra Berharap Alat Ini Dapat Bermanfaat Bagi Orang Banyak

Berbekal keahliannya sebagai penyejuk udara, tabung oksigen pengganti yang menghasilkan oksigen 25% cukup untuk pertolongan pertama bagi keluarga dan penduduk setempat. “Berdasarkan kepedulian itu, saya punya teknologi, jadi kenapa tidak saya kembangkan,” kata Hendra. Peralatan yang ia perlukan Pria yang bekerja sebagai direktur utama PT Sinverho Energi Indonesia ini perlu membuat pembuat oksigen Alat-alatnya ialah 2 Cangkang elektron berupa plat stainless steel, selang, dan terminal listrik anti karat murni.

Meski demikian, inovasi Hendra belum terkomersialkan karena harus melalui uji laboratorium. Karena itu, ia ingin laboratorium kesehatan lingkungannya bisa menguji alat tersebut. Hendra menjelaskan, Untuk alat kesehatan seperti itu, saya kira prosesnya tentu lama. Mudah-mudahan bisa membantu stakeholder seperti Labkesda dan laboratorium lain untuk menguji dan menguji kelayakan alat ini Sepertinya yang berinovasi dalam menghadapi kekurangan oksigen. Lulusan SMK jurusan teknik pembekuan dan tata udara ini juga berani mendorong siswanya untuk berinovasi.

Baca Juga : Pentingnya Informasi Olahraga Indonesia dan Internasional