• September 10, 2021

C-130J Super Hercules untuk Meningkatkan Kemampuan TNI AU

Johnbonifaz –  Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Fadjar Prasetyo mengatakan program pengadaan pesawat angkut militer C-130J Super Hercules yang saat ini diproduksi Lockheed Martin akan meningkatkan kapasitas TNI AU secara signifikan.

C-130J pesawat Hercules dilengkapi dengan empat motor Allison AE2100D3 turboprop, yang masing-masing mengembangkan 4.591 as-pkspower (3,425KW) dengan R391 baling-baling dari R391 yang dikembangkan oleh Oleomatic Aerospace.

C-130J pesawat Hercules yang mengelola oleh dua pilot dan charger pada kabin kaca baru dengan empat L 3-sistem. Dengan menunjukkan kristal cair multifungsi untuk kontrol penerbangan dan sistem navigasi. Penggunaan pesawat Northrop Grumman Modar 4000 warna dan navigasi radar terpasang pada radio electric yang hang hidung pesawat, radar cuaca memiliki jangkauan 250 nm.

C-130J pesawat Hercules lengkap dengan ATK A / AAR sistem peringatan 47 roket. Yang menggunakan sensor elektro-optik untuk mendeteksi dan roket memprioritaskan. Dan algoritma pemrosesan sinyal yang canggih. Pesawat ini juga lengkap dengan sistem BAE A / ALR-56M peringatan radar penerima. Dan Lockheed Martin A / ALQ-157 inframerah kontra ukuran.

“Dengan Super Hercules C-130J yang baru, saya yakin TNI AU dapat meningkatkan kapabilitasnya dalam operasi logistik militer di masa depan,” katanya saat berkunjung ke pabrik pesawat Lockheed Martin di Maryland, AS. siaran pers di Jakarta, Kamis.

Marsekal Prasetyo menegaskan, selama bertahun-tahun pesawat Hercules C-130 menjadi tulang punggung operasi militer TNI AU. Terutama dalam misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Tambah prasetyo, Fungsi pesawat C-130 tetap penting di masa pandemi COVID-19 untuk pendistribusian vaksin dan alat kesehatan ke daerah-daerah di Indonesia.

Marsekal Prasetyo Kembali Meninjau Simulator Pesawat C-130J

Dalam kunjungannya, Marsekal Prasetyo juga meninjau jalur produksi dan fasilitas pelatihan dan simulator pesawat C-130J. Eksekutif Lockheed Martin juga telah memberi pengarahan kepada Marsekal Udara dan pejabat Angkatan Udara lainnya tentang perkembangan pesawat baru-baru ini. Dia menyambut hangat para eksekutif Lockheed Martin dan mengungkapkan optimismenya bahwa Angkatan Udara akan merampingkan program pelatihannya. Untuk mengelola pesawat C-130 dengan lebih baik daripada tulang punggung operasi Angkatan Udara.

Kata prasetyo, Saya yakin kunjungan ini telah menginformasikan kepada kita tentang pentingnya peningkatan pelatihan awak pesawat C-130 dan C-130J. Sehingga memungkinkan kita untuk meningkatkan kemampuan operasional kedua model pesawat tersebut. Marsekal Prasetyo bergabung dengan pejabat Angkatan Udara dan atase pertahanan Indonesia pada Selasa (7 September) dalam kunjungan ke pabrik Lockheed Martin dan diterima oleh Rod McLeanqq. Wakil presiden dan manajer umum Lockheed Martin’s Air. Organisasi misionaris.

Baca Juga : Biden Memperingatkan Nyawa Bisa Hilang Di Angkatan Udara Kabul